Bulan Desember 2015 lalu, B-POS (kantor posnya Belgia) mengeluarkan program "sinterklaas". Anak-anak diminta untuk mengirimkan surat yang kepada sinterklaas. Surat ini tanpa perangko. Jadi yaaa... amplop polos bertuliskan tangan anak-anak. Dalamnya ya terserah mereka mau isi apa. Boleh gambar hasil karyanya, ataupun menulis surat beneran. Pokoke ape aje boleh. Nah, kira-kira apakah cuma kirim surat doang terus udah???
Belum...
Mulai tanggal 6 Desember 2015 B-POS akan mengirimkan hadiah bagi anak-anak yang sudah mengirimkan surat. Ceritanya kiriman hadiah itu dari sinterklaas. Mengapa tanggal 6 Desember dikirimnya??? Ini dia seklumit perjalanan si "CERITA RAKYAT EROPA" itu:
Menurut sejarahwan, St. Nicholas berasal dari perayaan kehidupan seorang Uskup bernama Nicholas van Myra yang hidup sekitar tahun 345-352. Perayaan tokoh pelindung anak ini yang paling populer sepanjang tahun. Walaupun hari St. Nicholas ini sempat tidak lagi diminati sejak abad ke-16 di berbagai wilayah di Eropa, Bangsa Belanda masih menganggap tradisi ini penting untuk dirayakan dan membawa tradisi tersebut ke New York sewaktu mereka bermigrasi seabad kemudian.
Cerita sinterklaas ini kemudian populer di Eropa menjadi tradisi perayaan yang unik dan di maknai sebagai perayaan hari anak-anak. Tradisi saja sebetulnya. Adat istiadat. Sama halnya Indonesia mempunyai cerita rakyat seperti malin kundang, tangkuban parahu, lutung kasarung, dll. Yang semuanya itu mempunyai pesan moral tersendiri.
Uniknya cerita sinterklaas ini, bisa sampai ke berbagai penjuru dunia, namun versi yang bereda. Tapi walaupun berbeda-beda versi, namun pesan yang diangkat adalah sama, yaitu membangun moral untuk anak.
Untuk memperingati St.Nicholas itu, kemudian anak-anak di Eropa mempunyai tanggal perayaan St. Nicholas yang berbeda-beda. Di Belgia jatuh pada tanggal 6 Desember setiap tahunnya.
Adapun di berbagai negara, perayaan anak juga mempunyai variasi tanggal yang beragam. Hari anak Internasional adalah jatuh pada tanggal 1 Juni. Di Korea dan Jepang jatuh pada 5 Mei, sementara Turki pada 23 April, dan Meksiko 30 April. Di Indonesia sendiri, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.
SALAH KAPRAH
"Hari untuk anak" ini kemudian jadi gampang tertukar dengan perayaan kelahiran Yesus Kristus (Nabi Isa A.S.), sehingga di Amerika St. Nicholas berubah menjadi Santa Claus untuk perayaan malam natal.
Di beberapa negara, termasuk Belgia, perayaan St. Nicholas tetap lebih penting dibandingkan Santa Claus. Apakah perbedaannya Sinterklas Sinterklaas versi Belgia (Eropa) dengan Santa Claus versi Amerika?
Ini dia gambaran perbedaan keduanya: Sinterklaas ditampilkan sebagai tokoh seorang Uskup membawa tongkat pengembala dan memakai topi pendeta berlambang plus (+) bersama zwarte piet (pembantu dewasa berkulit hitam karena harus menerobos cerobong asap untuk masuk rumah di tengah malam). Berbeda dengan versi Amerika, Santa Claus. Tokoh ini dipopulerkan dengan sosok pria tua buncit yang gesit dibantu oleh para kurcaci dalam mengemban tugasnya.
Banyak kaum yang fanatik agama (Islam_Red), maka kisah sinterklaas ini dihubungkan dengan masalah keyakinan. Bahkan hanya sekedar foto atau memakai asesorisnya saja, dengan gampangnya melebel sudah musyrik. Segampang itukah musyrik? hanya mengenakan topi ala sinterklaas, kemudian sudah sampai menyetrum ke masalah akidah. terus terang saya tidak mengerti banyak mengenai agama. Maaf kalau salah...ppiiiisss :)
Apalagi sekarang, orang-orang Eropa sendiri, memaknai Natal adalah bukan lagi sesuatu yang sakral tentang agama. Mereka mana peduli lagi dengan masalah agama. Yang ada sekarang, makna Natal bagi masyarakat Eropa adalah hari libur untuk berkumpul dengan keluarga dan saling mengunjungi satu sama lain. Ya, "hari keluarga".
Natal di Eropa dirayakan bukan lagi hari raya bagi umat kristiani, tapi juga sudah menjadi budaya dan tradisi belaka setiap tahun. Bahkan hampir di setiap rumah, mereka akan menghiasi rumah-rumahnya dengan pohon natal yang indah dan lampu-lampu yang cantik. Itu semua adalah hanya tradisi, tidak ada unsur religi. (Maoritas masyarakat Eropa adalah Atheis, gereja penginggalan zaman dulu kini banyak yang tak berpenghuni).
walah, tadi ngomongin masalah sinterklaas, ko malah ke Natal... Pie toh Bu e....?
Yo Wis lah, pada intinya gitu aja. terus terang, saya juga awalnya masih punya pemikiran yang salah mengenai kedua istilah itu sebelum tinggal di Belgia ini. Tapi sekarang sedikit tahu mengenai seluk beluk yang awalnya salah kaprah itu.
Weleh jadi kemana-mana, ya?
Sampai ketemu lagi di edisi berikutnya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar